Tanaman Kumis Kucing

Cara bercocok tanam



Bibit
Kumis kucing sebenarnya menghasilkan bibit juga tetapi cara perbanyakan melalui stek telah umum sekali dan mudah dilakukan. Stek diambil dari batang yang tua dan dipotong sepanjang 20 cm dengan 2 – 4 ruas. Untuk penanaman sebaiknya kumis kucing disemai dulu, bila keperluan bibit hanya sedikit maka stek disemai dalam peti kecil yang diisi pasir sungai setebal 20 cm, tetapi bila bibit yang diperlukan banyak maka dibuat persemaian, juga atap menutup persemaian.

Persemaian
Tanah persemaian dicangkul sedalam 30 cm jarak tanam 5 X 10 cm dan stek ditanam miring dengan kedalaman 5 cm cara lain yaitu dengan menumbuhkan stek batang tersebut pada kantong plastik (polibag). Pesemaian ditempat terbuka harus diberi atap naungan dan dilakukan penyiraman secukupnya (tidak terlalu basah karena bibit mudah busuk), pada umur 10 hari biasanya stek mulai berakar dan bertunas dan umur 2 minggu tanaman sudah siap ditanam dilapangan. Sebelum pemindahan kelapangan naungan dikurangi secara bertahap.

Penanaman
Tanah dipersiapkan sebelumnya dengan cara mencangkul sedalam 50 cm dan diberi pupuk kandang sebanyak 0,5 – 1 Kg per lubang tanam. Jarak tanam dilapangan berkisar antara 40 X 40 cm hingga 60 X 60 cm. Satu lubang tanam dapat ditanami 1 – 6 stek. Waktu penanaman sebaiknya pada awal musim penghujan.

Pemeliharaan
Pemeliharaan meliputi berbagai kegiatan berikut ini:
  • Penyiangan dan Penggemburan tanah
Penyiangan dilakukan tergantung keadaan gulma yang tumbuh atau pada saat akan dilakukan pemupukan. Selain itu tanah harus dalam keadaan gembur, cara penggemburan bisa dengan cangkul atau digarpu.
  •  Pemupukan
Sebelum penanaman tanah diolah dan diberi puypuk kandang sebanyak 15 ton / Ha, sementara untuk pupuk dasar pada saat tanam diberikan pupuk SP-36 dan pupuk KCL dengan dosis yang dianjurkan masing-masing 200 Kg/Ha SP-36 dan 100 Kg/Ha KCl, sedangkan pupuk Urea yang dianjurkan adalah 100 Kg/Ha diberikan sebulan setelah tanam. Pada tanah yang kurang mengandung humus maka diantara tanaman kumis kucing ditanam pupuk hijau.
  •  Pemangkasan
Setelah tanaman cukup tingginya dilakukan pemangkasan dan daunnyadimasukan kedalam tanah diantara barisan tanaman kumis kucing.
Ditempat yang subur dan curah hujannya memadai, pemangkasan dapat dilakukan 4 – 6 minggu, setelah tanam, biasanya ditandai dengan kuncup mekar, untuk menjaga mutu daun maka bu nga-bunga harus segera dipotong.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama

Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanaman kumis kucing. Hama yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun.

Penyakit

Penyakit yang menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicolor atau Corticium salmonicolor). Jamur ini menyerang batang atau cabang tanaman yang berkayu. Pengendalian dilakukan dengan perbaikan tata air, meningkatkan kebersihan kebun, memotong bagian yang sakit, pergiliran tanaman dan penyemprotan pestisida selektif.

Gulma

Gulma yang banyak tumbuh di lahan pertanaman kumis kucing cukup bervariasi dan kebanyakan dari jenis gulma kebun seperti rumput teki, lulangan, ageratum, alang-alang, dan rumput-rumput lainnya
Ayu Sartika Sinaga

0 Response to "Tanaman Kumis Kucing"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...