Cara Menanam Cabe

Terpikir di benak anda kalau menanam cabe harus punya kebun atau pekarangan luas proses perawatan yang merepotkan hingga saat panen tiba. Nah lebih buang jauh-jauh pikiran itu, karena pada tulisan kali ini membahas soal menanam cabe di lahan sempit alias di rumah. 

Manfaatkan sedikit lahan yang anda miliki untuk mednapatkan hasil yang maksimal, yaitu dengan menanam tanaman cabe menggunakan pot.

Soal menanam dengan menggunakan pot sudah banyak yang membahasnya, kali ini kita bukan menggunakan pot beneran atau lebih tepatnya memanfaatkan barang bekas seperti ember kaleng cat dan kemasan botol atau gelas air mineral.
 

Baiklah langsung saja ke proses awal yaitu memilih cabe yang sudah matang dan sehat sebagai benih. Buka buah cabe tersebut dengan cara disayat kemudian ambil biji-bijinya. Setelah terkumpul biji tersebut harus dijemur tanpa harus kena sinar matahari langsung selama 2-3 hari.

Setelah proses penjemuran saatnya memilih biji cabe yang bagus untuk dijadikan beih, yaitu biji-biji tersebut direndam dalam air hangat suam-suam kuku selama sehari semalam. Nanti jika telah lewat satu hari terlihat ada biji yang mengapung berarti itu dibuang saja karena pertumbuhannya bakal lama bahkan gagal.

Dari biji cabe yang sudah dipilih letakkan/taburkan pada potongan-potongan botol air mineral dengan tanah yang dirasa paling bagus untuk pertumbuhan tanaman.

Letakkan satu persatu biji cabe pada masing-masing wadah tadi dan kemudian simpan ditempat yang lembab sampai tumbuh sempurna. Untuk proses pemindahan ke media lain tunggu sampai keluar beberapa helai daun.

Sambil menunggu benih cabe itu tumbuh anda bisa mempersiapkan tanah sebagai media tanam di pot nanti (pengganti pot bisa memakai ember cat bekas atau sejenisnya).

Tanah dicampur dengan pupuk alami yang diambil dari kotoran hewan ternak yang sudah mengering. Selain itu juga bisa menggunakan sisa sayuran, daun-daunan yang sudah membusuk, sebagai pupuk alami.

Disini saya tidak menyarankan untuk menggunakan pupuk kimia seperti pestisida sintetis dan sejenisnya karena berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Disaat waktunya tiba gunakan sekop kecil untuk memindah bibit cabe ke media yang lebih besar bersama dengan tanahnya.

Setelah ditanam dengan rapi serta meratakan tanahnya siram dengan air sampai benar-benar basah dari daun sampai tanah. Setelah semua proses selesai tempatkan tanaman cabe tersebut di lokasi yang tidak terkena terik panas sinar matahari agar tidak mudah layu.

Anda bisa menempatkan di samping teras rumah jika memang tidak ada tanah pekarangan sama sekali, tata sedemikian rupa hingga tidak terkesan berantakan.

Perawatan Yang Teratur
Cara perawatannya juga juga tidak begitu sulit dan merepotkan, yang penting cukup air saja terutama jika musim kemarau.

Tanaman cabe juga bisa terkena hama seperti ulat, kutu daun, dan lainnya. Untuk itu perlu diobati dengan melakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida alami/organik, suatu keberuntungan bagi saya selama mencoba cara sederhana diatas belum sekalipun terkena hama tanaman cabe.

Waktu yang diperlukan hingga masa panen tergantung dari jenis cabe yang dibudidayakan, secara umum membutuhkan waktu 2 bulan dari masa tanam.

Satu tanaman cabe bisa dipetik atau panen maksimal 20 kali bahkan bisa lebih. Begitulah cara sederhana budidaya tanaman cabe dengan memanfaatkan lahan terbatas serta menggunakan barang bekas sebagai pengganti pot. 
sumber: inginbisnis.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...