Jati Belanda

Manfaat Daun Jati Belanda

 Sejak zaman dulu masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di Pulau Jawa, telah mengenal dan memakai air rebusan daun jati belanda sebagai bahan baku jamu pelangsing tubuh, biasa disebut galian singset (bahasa Jawa). Pengalaman sekaligus bukti empiris inilah yang “ditangkap” perusahaan jamu, sehingga saat ini hampir semua jamu pelangsing selalu mengambil khasiat daun jati belanda.

Banyak penelitian membuktikan bahwa daun jati bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Belakangan daun jati belanda dipercaya memiliki manfaat lebih dari itu, yakni berpotensi untuk dikembangkan sebagai herba pengontrol kolesterol.



Teh daun jati belanda mempunyai beberapa manfaat antara lain :
1. Menurunkan berat badan
2. Mengurangi pembentukan lemak
3. Menurunkan kolesterol
4. Mengatasi diare dan perut kembung
5. Mengobati keputihan
6. Mengembalikan dan mengencangkan otot rahim setelah melahirkan


Aturan pakai teh daun jati belanda daun kering :

1. Ambil sebanyak 1 genggam ( sekitar 3 sendok makan ) kemudian cuci.
2. Rebus dengan 2 gelas air sampai menyusut menjadi 1 gelas.
3. Saring dan diminum 2X sehari 1 gelas pagi dan sore.
4. Disarankan merebus teh daun jati belanda dengan menggunakan panci dari tanah/keramik, jangan menggunakan panci dari logam karena dikawatirkan terjadi reaksi kimia yang membahayakan tubuh.


Aturan pakai teh daun jati belanda serbuk :

1. Ambil sebanyak 1 sendok teh, taruh dalam gelas
2. Tuangi dengan 300 ml air panas dan diamkan sebentar sampai ampasnya mengendap
3. Minum 2X sehari 1 gelas pagi dan sore.


Selain daunnya, bagian lain dari pohon jati belanda yang berkhasiat obat adalah kulit, buah, dan bijinya. Bagian dalam kulitnya biasa dipakai sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit cacing, bengkak kaki atau kaki gajah.

Buahnya digunakan sebagai obat batuk rejan. Rebusan bijinya yang sudah dibakar seperti kopi dapat diminum sebagai obat sembelit. Namun, tetap perlu kehati-hatian dalam menggunakan daun dan biji jati belanda sebagai obat. Pasalnya, bila terlalu berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan usus. Karena itu, selain bagian daunnya, pemanfaatan bagian lain jati belanda saat ini relatif jarang dan memang belum ada uji toksiknya.


 Sumber : Forum.Detik.com
                 Gsaturn.blogspot.com

0 Response to "Jati Belanda"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...